Wednesday, June 29, 2016
Friday, March 11, 2016
Install Mikrotik di VMware
Ketemu lagi ama bangph, Sekarang mau ngasih tau kalo mikrotik bisa di pelajari walaupun tidak ada RouterBoard loh, Gimana sih caranya ???
Yok kita intip di video ini :D
Gampang banget kan caranya,, Jangan lupa di subscribe ya :))
Friday, October 2, 2015
Cara Membuat Memori Swap di Ubuntu Melalui Terminal
Memori Swap adalah area atau ruang pada ‘hard-disk’ yang merupakan
bagian dari memori virtual. Jadi, ia adalah memori sekunder (di luar
memori primer/fisik yang berupa RAM). Memori Swap akan sangat berguna
ketika memori utama sudah penuh terpakai, misalnya saat kita membuka
banyak program/aplikasi yang rata-rata memakan banyak ‘resource’ pada
RAM komputer kita.
Pada sistem operasi Linux Ubuntu, sebenarnya lebih dianjurkan untuk membuat memori Swap melalui partisi khusus, tepatnya saat kita akan melakukan penginstallan. Pada tahap awal proses installasi Ubuntu, kita disarankan untuk membuat 2 buah partisi, yaitu:
Itu juga yang saya alami ketika menginstall Ubuntu 11.04 sekitar awal Mei 2011 lalu. Saat itu, saya cuma membuat satu jenis partisi saja pada tahap awal installasi. Alhasil, saya pun mencari informasi bagaimana membuat memori Swap dengan kondisi sudah terlanjur menginstall Ubuntu.
Akhirnya saya menemukan triknya, yaitu dengan cara membuat memori Swap melalui file sistem Linux Ubuntu. Semuanya dilakukan melalui Terminal.
~Sumber
Pada sistem operasi Linux Ubuntu, sebenarnya lebih dianjurkan untuk membuat memori Swap melalui partisi khusus, tepatnya saat kita akan melakukan penginstallan. Pada tahap awal proses installasi Ubuntu, kita disarankan untuk membuat 2 buah partisi, yaitu:
- Partisi untuk ‘root’ (file sistem) dan
- Partisi untuk memori Swap.
Itu juga yang saya alami ketika menginstall Ubuntu 11.04 sekitar awal Mei 2011 lalu. Saat itu, saya cuma membuat satu jenis partisi saja pada tahap awal installasi. Alhasil, saya pun mencari informasi bagaimana membuat memori Swap dengan kondisi sudah terlanjur menginstall Ubuntu.
Akhirnya saya menemukan triknya, yaitu dengan cara membuat memori Swap melalui file sistem Linux Ubuntu. Semuanya dilakukan melalui Terminal.
Langkah membuat memori Swap di Ubuntu
- Tentukan dulu berapa besar ukuran memori Swap yang akan Anda buat. Agar lebih mudah, kita dasarkan saja pada tabel berikut ini.
Nah, misalnya ukuran/size RAM Anda sebesar 2 GB dan ‘hard-disk’nya sebesar 250 GB (seperti laptop saya). Maka kita akan membuat memori Swap sebesar 2 GB melalui Terminal.RAM Hard-Disk Swap 512 MB 30 GB 512 MB 512 MB 100 GB 1 GB 2 GB 30 GB 1 GB 2 GB 100 GB 2 GB
Caranya yaitu:
- Buka Terminal, lalu ketikkan (‘copy-paste’) perintah berikut ini dan tekan Enter setelahnya.
sudo dd if=/dev/zero of=/mnt/2000Mb.swap bs=1M count=2000
Perintah di atas adalah untuk membuat 2000 buah blok (count=2000) dengan besar masing-masing blok = 1 MB. Jadi, totalnya = 2000 MB alias 2 GB.
- Setelah perintah di atas terproses sempurna (muncul karakter ~$),
kita akan membuat setttingan agar file-nya tidak bisa dibaca langsung.
Caranya yaitu lewat pengaturan ‘mode permission’ (CHMOD) sebesar 600.
Ketikkan perintah di bawah ini pada terminal.
sudo chmod 600 /mnt/2000Mb.swap
- Saatnya memformat file Swap yang telah kita buat di atas (untuk
membuatnya sebagai perangkat memori Swap) lewat perintah berikut.
sudo mkswap /mnt/2000Mb.swap
- Lalu kita akan menambahkan memori Swap pada sistem yang sedang berjalan via perintah di bawah ini.
sudo swapon /mnt/2000Mb.swap
Perintah ‘swapon’ adalah untuk mengaktifkan memori Swap yang telah kita buat pada langkah sebelumnya.
Sampai pada tahap ini, Anda langsung bisa mengetes, apakah memori Swap tersebut sudah aktif (pada sistem komputer Anda) lewat perintah berikut.
cat /proc/meminfo
Jika berhasil, usai mengetikkan perintah di atas dan menekan Enter, akan tampil list memori seperti tampak pada gambar Terminal berikut ini ↓
list memori - Akhirnya, kita akan membuat file memori Swap di atas menjadi
permanen (alias menjadi otomatis aktif setiap kali Linux Ubuntu kita
‘restart’ atau hidupkan). Caranya, ketik saja perintah berikut ini pada
Terminal, lalu tekan Enter.
gksudo gedit /etc/fstab
- Pada jendela gedit yang terbuka, coba tambahkan kode ini di baris paling bawah:
/mnt/2000Mb.swap none swap sw 0 0
Lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut sebagai contoh ↓
kotak menu fstab - Klik menu ‘Save’ pada bagian atas jendela atau tekan Ctrl + S untuk menyimpan hasil pengeditan Anda tersebut, lalu tutuplah kotak jendela file fstab di atas.
- Silakan ‘restart’ atau ‘reboot’ Ubuntu Anda untuk melihat hasilnya. Memori Swap akan otomatis aktif begitu Ubuntu Anda dihidupkan.
Cara mengetes apakah memori Swap sudah aktif atau belum
Ada 2 cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:- Dengan membuka menu ‘System Monitor’.icon menu system monitor pada dekstop unitySebagai contoh, gambar di bawah ini adalah tampilan jendela menu ‘System Monitor’ pada Ubuntu 11.04 saya yang memiliki 2 buah prosesor (CPU), satu buah RAM dengan ukuran 1,9 GB, serta sebuah memori Swap sebesar 2 GB (tanda panah biru).
menu system monitorDari gambar di atas, terlihat bahwa memori Swap sebesar 2 GB yang telah saya buat belum terpakai sedikit pun. Itu disebabkan karena pemakaian memori utamanya masih belum penuh (baru 38,2% saja).
- Dengan mengetikkan perintah ‘free’ pada Terminal.
Lihat gambar berikut ketika perintah ‘free’ diketikkan.
data memori yang tersediaNah, baris yang saya beri tanda panah adalah keterangan memori Swap yang sedang aktif di sistem. Artinya, kita telah berhasil membuatnya melalui langkah-langkah di atas :)
~Sumber
Wednesday, September 9, 2015
Tahapan membuat program dengan baik
Dengan kemajuan teknologi keinginan dan
kebutuhan akan informasi semakin meningkat juga, apalagi sekarang mulai
masuk era online, era cepat saji, sehingga kebutuhan akan data dan
informasi yang cepat saji menjadi keinginan mutlak pimpinan,institusi
bahkan client kita. Untuk itu perancanagn sistem atau program untuk
memenuhi kebutuhan tersebut harus dirancang dengan baik dan tepat,
apalagi sekarang banyak pemimpin yang sebenarnya tidak mengetahui seluk
beluk dari sistem/program tapi berani memutuskan untuk merancang dan
menyediakan sistem/program tersebut dalam waktu yang singkat. Bahkan
menganggap membuat program seperti kayaknya menggoreng tempe yang
menunggu minyak panas tempe dimasukkan, dibolak-balik dah jadi tidak
sampai 30 dah jadi. Berdeda dengan prorgram dah jadi yang sudah menjadi
produk masal, tidak membutuhkan modifikasi. kalau itu tinggal membeli cd
program dah jadi tersebut sehingga tidak usah memerlukan analisis lagi
karena programnya dah jadi dan ndak bisa/perlu di modif.
~Sumber
Untuk bisa menghasilkan program yang baik
memerlukan analisis yang baik pula, baik itu analisis sistem, stuktur
data maupun analisis requirement, selin itu juga dipelukan
persiapan-persiapan yang matang. Hal ini berlaku bagi siapapun, bahkan
seorang programmer professional sekalipun. Sedangkan tahapan apas aja
untuk membuat program yang baik akan saya jelaskan dibawah.
Program memang sudah menjadi kebutuhan pokok
bagi masyarakat IT. karena segala sesuatu yang dilakukan di dalam IT
pastilah memerlukan program. Program yang paling sederhana sekalipun
setidaknya memiliki 3 bagian:
- Input – Masukan data.
- Proses – pemrosesan input.
- Output – keluaran program, kebutuhan yang kita harapkan.
Dalam membuat program, pemrograman adalah
pokok dari proses pembuatan program itu sendiri namun pemrograman
bergantung dari pemahaman persoalan, analisis sistem,
perencanaan-perencanaan dalam mendesain program itu sendiri.
Selain pemrograman hal yang utama harus
dilakukan adalah merencanakan langkah-langkah yang harus diambil dalam
menyelesaikan masalah. Karena dengan mengetahui masalah dan
langkah-langkah penyelesaikan berarti kita sudah menyelesaikan program
tersebut sebanyak 50% dari total pekerjaan, selanjutnya adalah teknis
pembuatan itu sendiri yang di kenal dengan pemrograman/koding.Sebaliknya
jika kita tidak bisa mengetahui masalah dan belum bisa membuat
perencanaan berarti kita sudah merencanakan kegalan itu sendiri.
Dalam membuat sebuah program setidaknya ada beberapa hal yang perlu anda lakukan:
- Mendefinisikan Masalah/Defining the problem
Masalah/Probem disini adalah kompenan apa saja yang diperlukan agar program ini jalan dikenal dengan masukan/inputnya apa saja, mendefinisikan apa yang nanti akan dilakukan oleh program dan bagaimana keluaran dari program yang kita harapkan nantinya. Pada tahap ini juga dikenal requirement analisis atau analisa kebutuhan. - Perencanaan/Planning/Desain sistem
Pada tahap ini adalah medefinisikan langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh program dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bentuk dari perencanaan itu bisa berupa flowchart ataupun algoritma dari program, sehingga kita akan tahu proses apa saja yang ada dalam program tersebut. semakin detail flowchart atau algoritma yang dibuat semakin mudah juga pada tahap implementasi/coding nantinya.Flowchart adalah suatu diagram menggunakan simbol-simbol khusus yang sudah menjadi standard internasional yang berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. sedangkan algoritma kbukan merupakan simbol tapi keterangan-keterangan yang sesuai dengan keinginan kita, tidak ada standarnya. Oleh karena itu flowchart biasa juga disebut sebagai algoritma dalam bentuk simbol-simbol khusus yang dihubungkan dengan anak panah.Membuat flowchart terlebih dahulu akan lebih menghemat waktu daripada langsung melakukan coding sambil mencoba-coba. Kegiatan mencoba-coba akan menghabiskan waktu ketika implementasi/koding karena harus merubah koding yang lumayan banyak. Karena itu, biasakan membuat flowchart terlebih dahulu sebelum memecahkan suatu masalah. - Implementasi/Koding/Programming
Kini saatnya anda menulis program, tahap ini juga mencakup tahap perbaikan error dan testing. Menulis program dengan terstruktur dan sesuai dengan flowchart yang telah kita buat. - Dokumentasi/Documentation
Setelah tahap coding selesai, sangat disarankan bagi anda untuk membuat semacam dokumentasi. Tambahkan komentar-komentar pada program anda dan “bukukan” program yang akan anda buat. Hal ini akan bermanfaat jika anda sudah membuat program yang begitu banyak, dan suatu ketika nanti (mungkin bertahun-tahun kemudian) anda ingin mengambil sebagian dari code program anda yang lama untuk disisipkan pada program anda yang baru. Bayangkan jika anda tidak membuat dokumentasi, waktu anda akan sangat terbuang dengan menelusuri program-program lama anda satu-persatu. - Testing
- Unit Testing
Menguji setiap unit dan modul yang terdapat dalam program tersebut - Integration Testing
Menguji integrasi yang dilakukan kepada program seperti halnya ketika program tersebut sudah diinstall di client kita yang membutuhkan integrasi dengan sisitem yang lain seperti halnya integrasi dengan database. - Validation Testing
menguji masukan yang diberikan kepada program. apapun masukannya program harus bisa menyelesaikan dengan baik. - Sistem Testing
Pada tahap ini menguji permorfa dari program, apabila program dijalankan dengan kondisi-kondisi tertentu bagaimana?
- Unit Testing
- Operasional dan Maintenance
Pada tahap ini sebenarnya bagaimana program yang telah kita buat dan testing ini bekerja sebagaimana mestinya, update program, menyeselaikan bug yang tidak ditemukan pada saat testing, serta pengembangan yang dapat dilakukan dengan program tersebut.
~Sumber
Saturday, August 29, 2015
Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll
Bagaimana cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux?
Pertanyaan itu mungkin pernah mencuat di benak anda pengguna open surce
terutama Linux. Seperti yang kita tau winbox adalah aplikasi yang
berfungsi untuk melakukan konfigurasi pada sistem operasi jaringan
RouterOS Mikrotik dimana aplikasi Winbox ini berjalan pada OS Windows.
Terus gimana caranya biar winbox bisa berjalan di Linux? Nah, kali ini kita akan membahas pertanyaan tersebut.
Winbox Mikrotik dapat dijalankan pada sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Linux Mint, Debian, dan distro linux lainnya. Cara menjalankan winbox Mikrotik di Ubuntu dan Linux Mint
cukup mudah. Caranya sama saja, yaitu dengan menggunakan aplikasi
Windows Emulator atau sering disebut wine. Dengan menggunakan wine kita
dapat menjalankan aplikasi windows di Linux.
Instalasi Wine
Silakan install wine dulu pada linux anda masing-masing. Anda dapat melihat cara install wine disini.
Berikut ini saya pandu untuk instalasi Wine pada Linux Mint dan Ubuntu.
Dalam hal ini saya menggunakan Linux Mint 15 codename "Olivia".
1. Buka Terminal.
2. Tambahkan repository wine melalui perintah berikut :
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa
3. Update repository
sudo apt-get update
4. Download dan Install Wine
sudo apt-get install wine
5. Silakan tunggu hingga proses instalasi selesai. Proses ini agak lama,
tergantung koneksi internet anda, karena akan beberapa kali download
installer.
Download Winbox
Setelah Wine selesai diinstall, silakan download winbox mikrotik untuk linux terbaru dari Mikrotik dengan menggunakan perintah berikut ini pada terminal :
wget http://www.mikrotik.com/download/winbox.exe
Setelah proses download selesai, buka Winbox Mikrotik dengan perintah :
wine winbox.exe
Mikrotik Winbox loader akan muncul seperti paga gambar di atas. Tinggal
isikan IP address, dan login detail nya dan klik connect. Tampilan
Winbox pada Linux nya seperti pada gambar berikut ini :
Winbox Mikrotik saya jalankan pada Linux Mint 15 dan dapat bekerja
dengan baik dan berjalan lancar. Silakan anda coba menggunakan Winbox
Mikrotik pada Linux anda masing-masing.
Subscribe to:
Posts (Atom)










