Friday, April 10, 2015

Contoh Bentuk Penyelesaian NORMALISASI

Soal

Penyelesaian

Unormal dan Bentuk 1NF

Bentuk 2NF dan 3NF



Sekian dan Terimakasih

Friday, March 27, 2015

Contoh Entity Relationship Diagram

5 Contoh Mapping One to One (1:1)

1. Mahasiswa dengan Kartu KRS

→ Seorang Mahasiswa memiliki satu Kartu KRS

← Satu Kartu KRS dimiliki seorang Mahasiswa


2. Pegawai Dengan Slip Gaji

→ Seorang Pegawai memiliki satu Slip Gaji

← Satu Slip Gaji dimiliki seorang Pegawai


3. Dosen dengan Matakuliah

→ Seorang Dosen Mengajar satu Mata Kuliah

← Satu Mata kuliah diajar seorang Dosen


4. Pengendara dengan SIM

→ Seorang Pengendara memiliki SIM

← Satu SIM dimiliki seorang Pengendara

5. Handphone dengan Kode IMEI

→ Sebuah Handphone memiliki Kode IMEI

← Kode IMEI dimiliki sebuah Handphone




5 Contoh Mapping One to Many (1:M)

1. Mahasiswa dengan Buku Perpustakaan

→ Seorang Mahasiswa meminjam beberapa Buku Perpustakaan

← Beberapa Buku Perpustakaan dipinjam oleh seorang Mahasiswa


2. Handphone dengan SIM Card


→ Sebuah Handphone memiliki beberapa SIM Card

← Beberapa SIM Card dimiliki oleh Sebuah Handphone


3. Delman dengan Roda

→ Sebuah Delman memiliki beberapa roda

← Beberapa roda dimiliki sebuah delman


4. Kompor dengan Sumbu

→ Satu Kompor memiliki beberapa sumbu

← Beberapa sumbu dimiliki satu kompor
 



5. Apartement dengan Kamar

→ Satu Apartemen dimiliki beberapa kamar

← Beberapa kamar dimiliki satu Apartemen



5 Contoh Mapping Many to Many (M:N)

1. Karyawan dengan Kursi

→ Beberapa Karyawan menduduki beberapa kursi

← Beberapa kursi diduduki oleh beberapa Karyawan


2. Mahasiswa dengan Komputer

→ Beberapa Mahasiswa memakai Komputer

← Beberapa Komputer dipakai beberapa Mahasiswa


3. Pedagang dengan Pasar

→ Beberapa Pedagang menempati beberapa Pasar

← Beberapa Pasar ditempati beberapa Pedagang


4. Mobil dengan Jalan Raya

→ Beberapa Mobil melewati beberapa Jalan Raya

← Beberapa Jalan Raya di lewati beberapa mobil


5. Angkot dengan Penumpang

→ Beberapa Angkot ditumpangi beberapa penumpang

← Beberapa Penumpang menumpangi beberapa angkot



Diagram ERD


Friday, January 30, 2015

Penggunaan Next Form

Kali ini kita akan membahas mengenai TOP-LEVEL CONTAINER Atau mungkin kita bisa lebih mudah menyebutnya perpindahan dari form satu ke form lainnya.

Baiklah secara teori yang ada Penggunaan TOP-Level Container

  • Komponen GUI akan ditampilkan sebagai bagian dari containment hierarchy (Susunan hirarki komponen yang menjadikan top-level container sebagai rootnya)
  • Setiap komponen GUI hanya dapat dimuat pada satu top-level container. Dan setiap top-level container memiliki satu content pane yang berisi komponen-komponen GUI.
  • Kita dapat menambahkan menu bar pada top-level container. Menubar secara konvensi ditempatkan didalam top-level container, tapi diluar content pane.


Containment Hierarcy
  • Aplikasi GUI berbasis swing paling tidak memiliki satu containment hierarcy dengan JFrame sebagai rootnya
  • Jika sebuah aplikasi memiliki satu window utama dan satu dialog artinya aplikasi tersebut memiliki  dua containment hierarchy dan juga dua top-level container
  • Satu containment hierarchy memiliki JFrame sebagai root, dan yang satunya lagi memiliki JDialog sebagai root
Setelah membahas Teorinya mari kita coba dengan beberapa script,
Untuk Contoh mudah saya akan berikan contoh program Penyapaan Nama.

Disini saya akan coba membuat 2 buah form dimana form pertama saya namakan top_level_container dan form kedua saya namakan print.
1. Buat dahulu untuk tampilan top_level_container nya.
    Untuk hal ini saya mendesignya simple.
  Dan untuk Scriptnya saya gunakan,

Keterangan : 
namafield   :  Variable Jtextfield untuk nama
print pr=new print(); :  Memanggil form print beserta isinya dengan inisial pr
pr.printlabel :  Memanggil isi form print
pr.setVisible(true); :  Memanggil from print dan memunculkannya
setVisible(false); : Menutup form dan menggantinya dengan form print

 Jangan Lupa untuk pengaturan printlabel nya untuk di buat public terlebih dahulu seperti gambar,
2. Dan Untuk form print tampak seperti gambar berikut,

Dan diisi dengan Script Berikut,
Keterangan :
top_level_container tlc=new top_level_container(); : Memanggil form top_level_container dan isinya dengan inisial tlc
tlc.setVisible(true); : Memanggil kembali form utama
setVisible(false): Menutup form ini

3. Setelah diisi mari kita coba untuk langsung praktek.

Tahap 1
Buka Program nya seperti gambar di bawah ini,
 Tahap 2
Isikan Nama anda atau Nama Siapapun, dalam contoh ini penulis mencobanya dengan namanya sendiri.

 Tahap 3
Klik Tombol Print
Tahap 4
Form akan berpindah dari form utama ke form print dan memunculkan nama yang anda ketikkan tadi.



Tahap 5
Saat di tekan tombol back maka akan kembali ke tampilan semula




Sekian Dari saya mohon maaf apabila ada kesalahan.
Ikuti Terus kisahnya di Myphpsolutions.blogspot.com



Wednesday, January 7, 2015

Radio Button dan Radio Button Groub pada Netbeans

Radio Button adalah suatu tombol yang digunakan untuk mengambil salah satu pilihan dari banyak pilihan yang tersedia Radio Button Groub berfungsi untuk merelasikan antara beberapa radio button agar bisa di seleksi salah satu saja.

Contoh penerapan paling sederhana adalah untuk menentukan gender (laki-laki / perempuan) tidak bisa di pilih dua dua nya.
Implementasi Radio Button pada netbeans caranya adalah sbb:
Step-1 Pasang Radio Button ke dalam form;

Pasang radio button yg di perlukan, untuk kasus ini memerlukan 2 radio button. dan rename variable namenya:
rdLaki untuk laki-laki
rdPerempuan untuk perempuan

Step-2 Pasang Radio Button Groub ke dalam form;

Drag dan drop buttonGroup dari pallet manager ke dalam from. Setelah Radio Button Groub sudah terpasang, secara otomatis pada navigator bar, persis nya di other componen, akan muncul component baru “buttonGroub1″.
Step-3 Rename ButtonGroup;

Rename buttonGroub1 menjadi btngJenKel
Step-4 Ubah Properties Radio Button

Pada properties radio button terdapat pengaturan Button Groub, ubah menjadi btngJenKel
Step-5 Coding;

Masukan code berikut ke dalam “private void btnTampilActionPerformed”
1
2
3
4
5
6
7
String JenKel="";
if (rdLaki.isSelected()){
     JenKel = rdLaki.getText();
}else{
     JenKel = rdPerempuan.getText();
}
pesan = pesan +"Jenis Kelamin : "+JenKel+"\n";
Algoritmanya adalah Jika rdLaki di pilih, maka String JenKel akan terisi text yg di ambil dari rdLaki, jika tidak maka String JenKel akan terisi text dari rdPerempuan.
Measukan seperti ini

Selesai.
Dan coba Run File pada frmMahasiswa
Hasilnya

Selamat Mencoba

Sumber

Membuat GUI Java menjadi Full Screen

Untuk yang masih baru belajar java, terutama pembuatan GUI lewat Netbeans, terkadang kesulitan mensetting window GUI yang dibuat menjadi Full Screen. Mungkin tips singkat dibawah ini bisa membantu. Buka file yang merupakan MainClass dari project kamu. Cari method public void run().  Pasti isinya cuma satu baris, seperti ini
new panel().setVisible(true);

Ganti satu baris itu menjadi kode seperti ini :







JFrame jf=new panel();
jf.setVisible(true);
 
Dimension dim ;
dim = Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize() ;
 
jf.setBounds(0,0,dim.width,dim.height);
Kata panel harus disesuaikan dengan project kamu. Ikutilah sintaks sebelumya yaitu
new panel().setVisible(true);

Sumber

Tuesday, December 9, 2014

Post Mekanisme Transisi IPv4 ke IPv6 [BAB III]



Mekanisme Transisi IPv6

Pergantian IPv4 ke IPv6 secara langsung adalah satu hal yang mustahil dilakukan secara
serentak di seluruh dunia internet. Oleh itu secara bertahap dilakukan process transisi.
Transisi pun dilakukan tetap menggunakan backbone IPv4 yang ada atau memang ada keinginan membangun sendiri jaringan baru IPv6 (native).

Setiap metode transisi berikut dapat dilakukan secara terpisah atau tergabung satu
dengan yang lainnya, misalnya tunneling IPv6 via IPv4 sudah mencakup dual stack IPv4 dan
IPv6 serta enkapsulasi.

Metode transisi yang dilakukan diantaranya :

a. Dual Stack
Metode ini sangat umum digunakan, IPv4 dan IPv6 address dapat berjalan bersamaan di satu perangkat di semua layer protocol. Sehingga perangkat memiliki dua alamat yakni IPv4 dan IPv6 tanpa saling bertindihan satu sama lainnnya serta memiliki gateway yang berbeda pula.
Routing table yang ada pun terdiri dari routing table IPv4 dan IPv6

Process pengiriman dan penerimaan packet data berlangsung secara terpisah.
Syarat utama untuk dual stack ini adalah system operasi harus mendukung IPv6.
Jika tidak, maka harus dilakukan upgrade versi.
Contoh di Windows XP : (ipconfig /all)

Ethernet adapter Local Area Connection:
Connection-specific DNS Suffix . :
Description . . . . . . . . ..: Realtek RTL8139 Family PCIrnet NIC
Physical Address. . . . . . : 00-02-3F-0E-51-35
Dhcp Enabled. . . . . . . . : No
IP Address. . . . . . . . . . .: 202.53.253.18 (IPv4 Address)
Subnet Mask . . . . . . . . .: 255.255.255.224
IP Address. . . . . . . . . . .: 2404:170:253::10 (IPv6 Address)
Default Gateway . . . . . .: 202.53.253.1 (Gateway Ipv4)
2404:170:253::1 (Gateway IPv6)
b. Metode Tunnel (Enkapsulasi).

Metode ini juga umum digunakan untuk menghubungkan jaringan IPv6 dengan jaringan IPv6 lainnya melalui jaringan IPv4 yang memiliki perangkat-perangkat yang tidak mendukung untuk operasional IPv6.
Prinsip dasar tunnel ini adalah membungkus (encapsulate) packet data IPv6 ke dalam format tunnel IPv4 untuk dikirim ke penerima dan dibuka lagi bungkusnya (decapsulate) yang sebelumnya terlebih dahulu di dilakukan setting koneksi tunnel IPv4 ini dari pengirim ke penerima serta sebaliknya.
Prinsip ini juga dikembangkan oleh Penyedia Tunnel Broker IPv6, terutama diperuntukkan bagi user personal menggunakan software (gratis maupun lisensi) untuk mempermudah koneksi ke jaringan internet berbasis IPv6.

c. Metode Translasi (Penterjemahan Paket IPv6 ke IPv4 dan sebaliknya).

Metode ini tidak begitu umum dilakukan karena memerlukan perangkat tambahan untuk melakukan translasi Paket IPv4 ke IPv6 dan sebaliknya :
1. Application Layer Gateway untuk teknik NAT
2. Dual Stack Relay Router untuk teknik TCP/UDP Relay

Sumber

IPv6 Subnetting [BAB II]



http://www.ipstories.web.id/?s=ipv6&submit=Search


Dikarenakan IPv6 sangat banyak jumlahnya maka penulisan menggunakan format standard notasi Hexadecimal (Basis 16, dari 0-9 kemudian A-F) yang terdiri dari 8 pasang Octet dan dipisahkan oleh titik dua (colon) sesuai RFC2373 & RFC3177.
Satu pasang octet terdiri dari format 16 bit binary, sehingga keseluruhan 8 pasang octet berjumlah 128 bit.

Contoh penulisan IPv6 adalah sebagai berikut :

2404:0176:0251:AB64:6CD1:5A5E:727A:424A (total 128 bit binary)
424A (2 octet) = 100001001001010 (16 bit binary)

Penulisan juga dapat dipersingkat untuk pasangan octet 0 yang berurutan menggunakan teknik kompresi 0.

2404:0176:0251:0000:0000:0000:0000:0005 dapat ditulis menjadi : 2404:176:251::5

Bahkan untuk alamat IPv6 tertentu teknik ini sangat berguna sekali dalam mempersingkat pengalamatan yang panjang, misal :

0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 atau 0:0:0:0:0:0:0:1 menjadi ::1
0:0:0:0:0:0:0:0 menjadi ::

Layaknya IPv4, IPv6 juga memenuhi kebutuhan CIDR/VLSM yang memungkinkan untuk pembagian dan pengalokasian IPv6 menjadi lebih spesifik untuk di routingkan secara kesatuan.

IPv6 juga memiliki kelas sebagaimana IPv4 diantaranya (Sumber IANA):

- Aggregatable Global Unicast Addresses dengan bit awal 001 (2000::/3)
- Link-Local Unicast dengan bit awal 1111 1110 10 (FE80::/10)
- Site-Local Unicast Addresses dengan bit awal 1111 1110 11 (FEC0::/10)
- Multicast Addresses : dengan bit awal 1111 1111 (FF00::/8)
- ::8 diperuntukkan bagi pengalamatan yang belum di defenisikan

Detail ketentuan alokasi IPv6 dari IANA selaku badan alokasi IP seluruh dunia untuk Registry (badan yang mengelolal alokasi IP untuk wilayah tertentu, misal APNIC untuk wilayah Asia Pasific), ISP, Client (Site) serta LAN, saat ini adalah sebagai berikut :

- Registry (APNIC/RIPE/ARIN) mendapatkan alokasi : /23
- ISP mendapatkan alokasi : /32
- Site IPv6 (customer ISP) mendapatkan alokasi : /48
- LAN (customer) mendapatkan alokasi : /64

Perhitungan jumlah IPv6 Address dapat melalui rumus : 2(128-bit prefix)
Dari data alokasi diatas :
(128-32)
- ISP mendapatkan : 2 IPv6 Address
(128-48)
- Setiap Customer (Site) mendapatkan : 2 IPv6 Address
(128-64)
- Setiap LAN mendapatkan : 2 IPv6 Address

Contoh alokasi IPv6 untuk client PT. IPVSIX JAYA : 2404:170:AAA0::/48
(128-48) (80)
- Jumlah IPv6 yang diperoleh : 2 = 2 IPv6 Address
- Bisa dipecah menjadi :

2 x subnet /49

2404:170:AAA0:0::/49
2404:170:AAA0:8::/49

4 x subnet /50

2404:170:AAA0:0::/50
2404:170:AAA0:4::/50
2404:170:AAA0:8::/50
2404:170:AAA0:C::/50

8 x subnet /51

2404:170:AAA0:0::/51
2404:170:AAA0:2::/51
2404:170:AAA0:4::/51
2404:170:AAA0:6::/51
2404:170:AAA0:8::/51
2404:170:AAA0:A::/51
2404:170:AAA0:C::/51
2404:170:AAA0:E::/51 dan seterusnya…

Pertanyaan & Jawaban :
Q : Kenapa 2404:170:AAA0:: adalah /48 ?
A : 2404:170:AAA0::/48 = 2404:0170:AAA0:0000:0000:0000:0000:0000/48
Sesuai dengan ketentuan sebelumnya IPv6 memiliki total 128 bit prefix.
Dan setiap pasang Octet (2404, misalnya) memiliki 16 bit.
Maka sampai pada AAA0 jumlah bit sudah mencapai 48 (16 x 3 pasang octet).
Q : Berapa /48 diatasya dan sebelumnya ?
A : Sebelumnya adalah : 2404:170:AA9F::/48 (Hex, sesudah 9F adalah A0)
Setelahnya adalah : 2404:170:AAA1::/48
Q : Apakah 2404:170:AAA0::/48 dapat digabung (aggregate) dengan
2404:170:AAA1::/48 menjadi satu prefix /47, /46 ?
A : Dapat, aggregasi ini menghasilkan 2404:170:AAA0::/47 atau
2404:170:AAA0::/46 yang didalamnya juga termasuk :
- 2404:170:AAA2::/48
- 2404:170:AAA3::/48

IPv6 pun mendukung system pengiriman packet data berbagai type diantaranya :

- Unicast (pengiriman paket data menggunakan unicast address hanya ke satu host),
- Multicast (pengiriman paket data menggunakan multicast address dari satu host ke banyak host)
- Broadcast (pengiriman paket data menggunakan broadcast address dari satu host ke beberapa host tertentu saja).
- Anycast (pengiriman paket data menggunakan anycast address ke host terdekat yang memiliki anycast address yang sama).

Perbandingan panjang prefix (prefix-length) IPv4 dan IPv6 beserta jumlah IP.
v4 v6 Jumlah IP
/32 /128 1
/31 /127 2
/30 /126 4
/29 /125 8
/28 /124 16
/27 /123 32
/26 /122 64
/25 /121 128
/24 /120 256
/23 /119 512
/22 /118 1024
/21 /117 2048
/20 /116 4096
/19 /115 8192
/18 /114 16384
/17 /113 32768
/16 /112 65536
/15 /111 131072
/14 /110 262144
/13 /109 524288
/12 /108 1048576
/11 /107 2097152
/10 /106 4194304
/9 /105 8388608
/8 /104 16777216
/7 /103 33554432
/6 /102 67108864
/5 /101 134217728
/4 /100 268435456
/3 /99 536870912
/2 /98 1073741824
/1 /97 2147483648
/0 /96 4294967296

Lanjutan version 6.

/95 8589934592
/94 17179869184
/93 34359738368
/92 68719476736
/91 1.37439E+11
/90 2.74878E+11
/89 5.49756E+11
/88 1.09951E+12
/87 2.19902E+12
/86 4.39805E+12
/85 8.79609E+12
/84 1.75922E+13
/83 3.51844E+13 dan seterusnya.

Sumber